Bingung is Awesome

Aku sering bingung. Bahkan sekarang aku sedang bingung. Jika ditanya apkah aku sedang bingung pun, aku jadi bingung. Misalnya ketika ditanya ‘Kenapa bingung?’ Aku bingung, tak tahu apa yang kubingungkan. Kupikir tidak ada yang kupikirkan, namun aku tetap saja bingung. Seringkali kebingunganku membawaku pada keadaan yang membingungkan. Misalnya ketika aku bingung mau ngapain. Aku sendirian dikamar kos. Pada akhirnya aku cuma tiduran, berkelimpangan, kesana kemari mengguling-guling dikamar sendiri sendirian. Dan ketika seisi kamarku sudah berantakan, aku bingung gimana biar jadi rapi lagi. Dan aku tahu bahwa aku orang yang malas. Ini juga menambah kebingunganku. Bagaimana tidak, aku tahu kamarku berantakan,aku tahu aku pemalas, dan aku ingin kamarku jadi rapi. Mungin memang solusinya sudah jelas, yaitu dengan merapikan kamarku, namun fakta bahwa aku adalah orang yang pemalas membuat keadaan tak menjadi lebih baik. Sama sekali.
 
Kebingunganku juga kadang membawaku melakukan aktifitas yang sama berkali-kali. Misalnya saat aku kebingungan mau ngapain. Aku dikampus membawa sebuah tas berisi laptop. Aku sendirian. Dan pada akhirnya ku pergi ke sekre[1] UKM[2] yang kuikuti, Online dengan laptop yang ada didalam tasku. Dan situs apa yang kubuka? Berkali-kali sama saja; Facebook, Google, Youtube. Dan kembali facebook, google, youtube. Atau facebook, youtube, google. Pokoknya berkali-kali itu-itu melulu. Setelah lelah facebookan, aku bingung mau ngapain. Dan biasanya, yang terlintas adalah yutube. Ini terjadi berulang-ulang berkali-kali. Kadang-kadang setelah lelah nonton streaming youtube, atau saat koneksi melemot dan menyebabkan buffering menjadi sangat lama, aku beralih ke “mbah” atau”om” atau “pak” atau “tante” atau apalah pokoknya Google. Dan ketika kusebut google, bukan cuma google search, tapi mencakup banyak service dari google, misalnya google plus, gmail, google drive, google trends, google…. apa lagi ya? Aku bingung.
 
Kebingunganku kadang-kadang tidak hanya pada diriku sendiri. Maksudnya? Pokoknya begitu deh. Contoh, ada orang yang minta tolong, misalnya minta tolong buat ngeditin file PDF. Dan ini beneran ngedit, bukan bikin. Maka muncul kebingungan pertama, yaitu bingung gimana caranya, karena aku nggak punya PDF Editor di laptopku. Namun karena aku bingung, maka akhirnya kata ‘ya’ yang berarti menyanggupi muncul dari muluku, atau jariku [ini kasus kalo aku jawabnya pake sms atau chat atau email atau apalah yang pake tangan nulis atau jawabnya]. Dan ketika aku udah bilang ya, aku jadi tambah bingung. Ya, jadi makin bingung. Aku bingung kenapa aku jawabnya ‘Ya’ padahal nggak bisa. Nah pada saat keingunganku bertambah gitu, orang yang minta tolong bales lagi dengan ‘ nggak jadi deng’ . Aku bingung. Aku bingung apa artinya semua ini.
 
Keadaanya adalah aku dibikin bingung, ditambah bingung dan akhirnya nggak jadi bingung. Apa maksudnya coba? Ini semua membuatku bingung. Mungkin ini kebingungan kompleks namanya. Atau kebingungan kuadratik? Aku bingung. Ini seperti; aku dibingungkan secara parsial, lalu dibingungkan secara regional, dan akhirnya dibingungkan secara global. Benar-benar. Tak salah kalo disebut kebingungan level internasional.
 
Aku bingung juga sih sekarang. Bingung kenapa dari tadi aku mengobrolkan kebingunganku tanpa mengobrolkan siapa aku lebih dulu. Ah, aku lupa. Kan aku masih bingung juga, siapa diriku sebenarnya. Sebenarnya? Emm, maksudku aku bingung siapa diriku. Titik. Tanpa kata ‘sebenarnya’. [ sebenarnya sih aku suka kalau menggunakan kata sebenarnya, terkesan dramatis, atau sinematis. Emm, mungkin jadinya sinetronis sih. Oh, maksudku mungkin jadi filsofis. Ya itu. Filsofis. Tapi aku juga masih bingung kenapa aku bingung dan tidak jadi menggunakan kata ‘sebenarnya’ yang sebenarnya kusukai itu di kalimat yang tadi.]
 
Terkadang kita bingung dan tak sadar bahwa kita bingung. Ya, bagaimana mau sadar, wong kita saja masih bingung. Maka nggak heran kalau dunia ini menjadi dunia yang bingung. Dunia yang bingung? Apa lagi itu? Aku juga bingung. Yah pokoknya begini deh. Kan ada seseorang bingung. Terus dia nggak sadar dengan kebingungannya. Terus dia yang bingung lalu melakukan sesuatu. Nah sesuatu yangdilakukan oleh orang yang bingung itu, membuat orang lain bingung. Nah orang lain yang bingung itu, juga nggak sadar bahwa dia sedang bingung. Dan dia melakukan sesuatu, dan membuat orang yang lain lagi bingung, dan tak sadar bahwa orang yang lain lagi itu sedang bingung dan ia melakukan sesuatu dan mebuat orang lain lagi yang berbada bingung, dan seterusnya. Aku sampai bingung bagaimana menjelaskannya.
 
Nah kalau kita lihat, Manusia itu mahluk sosial. Aku juga aga bingung kenapa disebut begitu, yang jelas pernyataan ini didukung oleh ‘ kata orang’. Manusia itu mahluk sosial yang berarti, setiap manusia memiliki hubungan, atau relasi, atau interaksi, atau kreasi, atau kremasi, atau apalah pokoknya yang menyangkut orang lain. Nah ini, karena setiap manusia memiliki hubungan dengan orang lain, maka ketika orang sedang bingung, jadinya kaya teori tadi bikin bingung orang, bikin bingung yang lain, yang lain lagi, dan seterusnya sampai rang-rang dari seluruh negara di dunia jadi bingung. Intenasional. Ini bingung internasinal. Ooop, jangan bingung, kenapa? Karena ketika kamu bingung, itu akan menyebar dan menjangkit, menular melalui kulit, menggelegar tanpa melalui kulit. Pokonya kaya penyakit. Menjangkit. Makanya, bangkit! Jangan bingung.
 
Apa? ‘tapi kan kamu bingung?’ Lho, kan aku memang bingung, dan aku bingung kenapa aku bingung. Jadi jangan salahkan aku. Kan aku nggak tahu bagaimana caranya menyembuhkan kebingungan yang membingungkan ini. Lagipula, aku punya pernyataan, atau sanggahan, atau argumen untuk membenarkan kebingungan yang kualami. Kata membenarkan tadi maksudnya adalah untuk membuat seperti benar atau terasa benar. Argumenku adalah; tanpa kebingungan manusia tidak akan berkembang.
 
Argumenku ini dapat diterima kan? Bayangkan saja, jika dulu, Isaac Newton – kuharap kamu nggak bingung dia siapa-, dia nggak membingungkan tentang jatuhnya apel dari pohon. Bayangkan. Kuberi waktu untuk membayangkan. Bayangkan selama sepuluh detik. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Selpuluh!. Oke. Sudah dibayangkan? Harusnya sudah. Oke dari pembayangan tadi harusnya tidak ada kebingungan. Kenapa? Karena Isaac Newton nggak bingung. Ada apel jatuh, dan dia nggak bingung. Dia cuma biasa aja. Paling ngambil apel itu, trus dimakan. Nah sekarang. Dari fakta yang masih katanya ini, diketahui bahwa Isaac Newton ini bingung. Bingung karena apel jatuh dari pohon. Coba bayangkan, kuberi sepuluh detik lagi deh. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan, Sembilan, Sepuluh!. Gimana? Susah? Mungkin buatmu gampang, tapi mungkin nggak seperti itu kan? Reaksi orang bingung kan macam-macam. Ada yang melongo dan mata melotot ala anime dari tokyo, ada yang nunduk dan matanya kayak hampir nangis ala drama dari negeri ginseng, atau yang lainya. Pokoknya, Isaac Newton akhirnya bisa nemuin apa yang sekarang disebut Gaya Gravitasi. Ini adalah hasil kebingungan. Kebingungan membuat orang berkembang.
 
Faktanya, aku, juga kalian mungkin, banyak yang bingung dengan rumus dan terori gravitasi itu. Ini semakin mendukung pernyataanku lho ternyata. Satu kebingungan menyebabkan kebingungan banyak orang. Menyebar dan menular. Dan, ternyata banyak sekali orang-orang di masa yang telah lalu yang telah menyebarkan dan menularkan kebingungan-kebingungan mereka kepada kita semua. Biar kusebut Newton, Tesla, Karnaught, Fourier, Ohm, Galiloe. Mereka itu, orang-orang bingung yang telah membuat kita bingung. Namun aku juga bingung apa yang harus kulakuka pada mereka. Disatu sisi, aku berterimakasih kepada mereka karena dengan teori-teori mereka, kita bisa menghitung, menulis, membaca, melihat, dan mengapa-apakan apa-apa. Dan bisa dapat nilai waktu ujian. Disisi lain, aku nggak suka mereka karena mereka membuat kita bingung, mumet, pusing, pening. Yah tapi aku juga bingung karena apapun yang kita pilih, baik itu berterimakasih atau nggak suka, mereka sudah tiada di dunia ini. Pokoknya mereka adalah orang-orang yang hebat, mereka bisa membuat kebingungan mereka bertahan dan menyebar, dan menjangkit ke seluruh dunia. Their confusion spreading through the time, and space. Awesome sekali kan.
 


Aku bingung dan membingungkan. Aku juga awesome!
Be Bingung and Awesome!Gambar
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s