Peran Mahasiswa dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara dalam hubungannya dengan bidang riset dan teknologi

Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”

Kedaulatan dan kemerdekaan adalah dua hal yang takbisa dipisahkan, karena pada hakikatnya kemerdekaan adalah kepemilikan kedaulatan. Maka dalam hal berbangsa dan bernegara, kemerdekaan adalah kepemilikan kedaulatan bangsa dan negara yang juga berarti kewenangan eksklusif untuk mengatur dan mengurus bangsa dan negara secara utuh, menyeluruh. Dan karena megurus dan mengatur bangsa bukanlah hal yang mudah,maka kemerdekaan suatu bangsa juga takbisa lepas dari penguasaan terhadap pelbagai sumber daya yang ada, termasuk didalamnya teknologi informasi.

Dalam hal ini Bangsa Indonesia telah membuktikan dengan disiarkannya pembacaan teks proklamasi melalui radio yang menjadi pengumuman dan penanda kemerdekaan Indonesia bukan saja kepada bangsanya sendiri, namun juga kepada seluruh dunia. Apa jadinya jika pada masa itu tidak ada teknologi radio dan Sumber Daya Manusia yang dapat mengoperasikannya.

Maka taksalah jika Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno selanjutnya sangat terobsesi dalam penguasaan sumberdaya yang sangat melimpah di Indonesia. Beliau tidak sudi Indonesia dijajah modal perusahaan-perusahaan asing dalam pengelolaan sumberdaya alam, terutama minyak bumi. Bahkan beliau dengan berani membuat undang-undang yang menyudutkan perusahaan-perusahaan itu; untuk memberikan sebagian besar modalnya untuk Permina (sekarang Pertamina). Beliau ingin Indonesia menjadi negara adidaya dengan penguasaan energinya.

Namun sejarah memanglah merupakan masa yang telah berlalu. Sebelum Indonesia berhasil dimandirikan, pemerintahan bergulir, dan mimpi indah Bangsa Indonesia untuk menjadi negara adidaya seolah berakhir. Namun sudah seharusnyalah cita-cita bangsa dan negara Indonesia di wujudkan oleh generasi penerus di jalan yang lurus, yaitu jalan yang sesuai dengan norma-norma sosial-budaya maupun norma adat Bangsa Indonesia.

Maka dalam usaha untuk mewujudkan cita-cita bangsa, Penguasaan teknologi juga menjadi bagian yang bukannya tidak penting, melainkan menjadi sangat vital bagi perkembangan maupun kemajuan bangsa. Pengusaan teknologi terbukti menjadi sendi utama kemajuan dan keberlangsungan negara adidaya. Amerika Serikat, Jepang, Rusia, bahkan China, saling bersaing dalam Teknologi.

Dalam penguasaan teknologi dan kekuasaan atas negara, Mahasiswa memiliki andil yang takbisa dianggap sepele. Bahkan pemerintahan yang kuat seperti saat Soeharto berkuasa dapat tumbang, dan hal ini takbisa dilepaskan dari peran ‘mahasiswa’. Pun potensi dalam penguasaan teknologi telah terbukti, misalnya dengan dijebolnya server pulsa salah satu operator seluler terbesar di Indonesia, atau dijebolnya beberapa website resmi instansi pemerintahan, atau banyaknya virus-virus komputer yang dibuat oleh mahasiswa.

Namun meskipun bersumberdaya melimpah, ternyata Indonesia belum berdaulat dalam teknologi, mayoritas bangsa Indonesia masih mengacu dan terpaku pada komputer dengan sistem operasi Microsoft® Windows®, bahkan aplikasi office yang dijadikan standar di sekolah-sekolah juga Microsoft Office. Padahal Indonesia juga telah mampu membangun sistem operasi sendiri seperti BlankOn, Kuliax, IGOS Nusantara, dan sebagainya.

Maka dalam hal teknologi komputasi, maka kedaulatan Bangsa Indonesia masih perlu diperjuangkan. Salah satu alternatif untuk hal ini adalah konsep ‘Open Source Software’ yang memungkinkan pengguna untuk mengembangkan suatu software demi kepentingan dan keperluan masing-masing. Dalam koridor konsep Open Source, contoh paling kongkrit adalah kernel linux. Tak terhitung lagi sistem operasi yang menggunakan kernel Linux, mulai dari server website sampai ponsel pintar, menggunakan linux. Di Indonesia ada beberapa distribusi Linux yang berhasil dikembangkan diantaranya BlankOn yang awalnya dikembangkan dari Ubuntu, Kuliax, distribusi untuk kuliah, dan IGOS (Indonesia Go Open Source) Nusantara yang di dukung oleh Dinas komunikasi dan informasi (kominfo).

Open Source adalah suatu kebebasan, kebebasan untuk memilih, mengatur, mengurus, memodifikasi, memaketkan, dan mendistribusikan kembali suatu paket software. Dan sebagai pioneer untuk perubahan ke arah yang lebih merdeka, mahasiswa memiliki bagian yang sangat penting.  UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), sebagai komunitas, bukanlah sesuatu yang sia-sia, betapa bahwa memang produk-produk open source jamak lahir dari komunitas. Semua hal berubah, bahkan perubahan itu sendiri, maka mari mulai merubah kembali kearah yang lebih baik, kapan lagi kalau bukan kini? Dan kiranya siapa kalau bukan kita?

 

artikel diatas sebenarnya disusun sebagai tugas mahasiswa baru Unsoed 2012
terutama mahasiswa Jurusan teknik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s